Sejarah Syekh Marawani Angin & Masjid Baitul Aqso

Syekh Marawani Angin dilahirkan 10 Agustus 1942 di desa rancailat banten. Menurut penuturan penduduk setempat, awalnya tidak ada yang tahu bahwa beliau adalah seorang wali yang doanya makbul di ijabah oleh Allah. Bahkan tidak sedikit orang yang menganggap sebelah mata karena beliau sering kali bersikap, berpakaian yang aneh dan berkata sesuatu dengan bahasa kiasan (siloka) sehingga tidak mudah memahami apa yang diucapkannya. Bahkan saat datang pertama kali ke desa rancailat dan mengatakan akan membangun masjid bertingkat, tidak ada warga yang mempercayai ucapannya. Namun perlahan tapi pasti ucapan beliau selalu terbukti termasuk dalam urusan negara (politk) sehingga banyak orang yang kemudian baru menyandari kelebihan beliau.

Semasa hidupnya, beliau pernah tidak keluar dari rumah/gubuknya selama 25 tahun. Selama itu pula beliau sering membacakan berbagai kitab seperti kitab tafsir jalalain, kitab angin dll kepada orang yang berkunjung atau melakukan kegiatan manaqiban. Syekh sendiri tidak pernah mengajarkan sesuatu seperti halnya guru-murid. Syekh hanya mengatakan nantinya orang-orang yang ditunjuk akan menemukan kebisaannya/kehebatannya sendiri di bidangnya masing-masing seperti layaknya orang yang mendapat laduni. Contohnya, pernah ada orang yang ingin berobat namun oleh Syekh tidak diobati melainkan disuruh untuk mendatangi seseorang katakanlah si A. Setelah mengunjungi si A, penyakitnya orang tersebut sembuh dan si A kemudian menjadi juru sembuh handal sehingga banyak orang berobat. Begitulah cara Syekh menunjuk seseorang sehingga "jadi" dengan sendirinya.

sejarah syekh marawani angin

Syekh Marawani Angin tinggal di sebuah gubug yang sangat sederhana namun anehnya beliau mampu mendirikan masjid bertingkat senilai milyaran yang dinamakan Masjid Baitul Ikhram atau Masjid baitul Aqso. Pembangunan masjid dimulai sejak 1998 dimana Syekh sendirilah yang mendesain bangunan tersebut dan uniknya Syekh pantang meminta bantuan dana atau sumbangan dalam pembuatan masjid, semuanya murni menggunakan pendanaan sendiri bahkan para kuli pun dibayar dengan standar upah saat itu. Banyak kisah-kisah ajaib yang terjadi dalam proses pembangunan masjid yang tentunya akan diceritakan nanti saat berziarah.

Di dalam masjid Baitul Aqso memiliki keunikan sendiri dimana ada tangga khusus untuk ke lantai atas dan juga ada lorong kecil yang harus dilewati untuk mencapai ruangan paling atas. Bahkan tiap lantai masjid pun memiliki peruntukannya sendiri yang nantinya akan dijelaskan pada saat ziarah. Selain keunikan masjid, peninggalan Syekh yang cukup unik adalah "Sumur Emas" dimana ada sumber mata air yang terus menerus keluar sehingga tanpa menggunakan mesin pompa, air akan terus keluar dari pancuran. Peziarah nantinya bisa memanfaatkannya untuk mandi sebagai simbol pembersihan diri.

Selama kurun hidupnya, Syekh sering menjalankan misi gaib untuk kemaslahatan negara namun dengan cara bekerja di belakang layar sehingga beliau adalah wali yang tersembunyi dan tidak banyak orang tahu. Misalnya jika ada tugas membuka pembangunan jalan atau infrastruktur maka beliau akan mengutus seseorang untuk mendatangi lokasi tersebut dan di lokasi tersebut pasti akan terwujud pembangunan sampai selesai sehingga bermanfaat bagi masyarakat luas. Bahkan jika ada pembangunan yang mangkrak atau mendapat banyak gangguan gaib, dengan ijin Allah proyek akan berlanjut tanpa harus menumbalkan apapun cukup dengan dikunjungi melalui utusan beliau yang kini menjadi pemegang amanah utama dan akan menjadi membimbing anda saat berziarah nanti.

Berziarah ke makam wali atau auliya Allah akan lebih utama jika langsung dibimbing oleh Petugas Utama Syekh Marawani Angin karena beliau memiliki silsilah ruhani yang memang memiliki tugas menyambungkan doa kepada Allah SWT melalui tawasulan. Dalam dunia spiritual, silsilah adalah faktor penting karena dengan memiliki silsilah ruhani, ia memiliki akses istimewa dibandingkan dengan orang lain. Ibarat ingin menyampaikan pesan kepada presiden secara pribadi, tentulah lebih mudah menyampaikannya melalui orang-orang dekat presiden karena telah mengenal presiden secara pribadi.

Syekh Marawani Angin Wafat pada Malam Jumat Kliwon, 6 Syawal 1425 Hijriyah dimana saat itu mulai banyak orang yang mengetahui bahwa beliau adalah seorang wali keramat. Syekh Marawani Angin kemudian dikalangan para Wali dikenal juga sebagai gurunya para wali. Hingga saat ini misi-misi Syekh masih terus dijalankan oleh Petugas Utama Syekh demi kemaslahatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Demikian sedikit ulasan sejarah yang kami tampilkan yang tentunya nanti akan dibuka lebih banyak lagi saat mengikuti wisata spiritual.

Bagikan :